Natrium Dikloroisosianurat (SDIC) Digunakan sebagai Bahan Pelapis Kain
Deskripsi Produk
| Nama Kimia | Natrium Dikloroisosianurat |
| Kandungan Klorin yang Tersedia | ≥56% (Produk dengan kandungan lebih tinggi (60%-62%) tersedia) |
| Penampilan | Bubuk putih, butiran, tablet 1g-200g |
| pH (larutan 1%) | Kira-kira 5,5-7,0, sedikit asam, sehingga lebih efektif dalam disinfeksi. |

Aplikasi
-

1. Disinfeksi Kolam Renang dan Spa
Sebagai salah satu pilihan terbaik untuk disinfeksi kolam renang, tablet SDIC larut perlahan, melepaskan klorin secara terus menerus dan stabil, secara efektif menjaga kadar klorin residual dalam air kolam, membunuh patogen dan alga dalam air, serta menjaga air tetap jernih dan biru.
-

2. Disinfeksi Air Minum dan Penanganan Air Darurat
SDIC telah disetujui untuk disinfeksi air minum. Produk ini dengan cepat membunuh mikroorganisme patogen seperti kolera dan tifus dalam air dan banyak digunakan dalam pasokan air kota, pasokan air darurat di daerah bencana, dan keamanan air minum luar ruangan pribadi.
-

3. Disinfeksi Kesehatan Masyarakat dan Institusi Medis
Cairan ini digunakan untuk mendisinfeksi lantai, dinding, permukaan, dan peralatan medis non-logam di rumah sakit, sekolah, hotel, dan tempat umum.
-

5. Akuakultur dan Pertanian
Digunakan untuk mendisinfeksi kolam budidaya ikan, disinfeksi lingkungan kandang ternak dan unggas, serta pengobatan jamur pada benih.
Kemasan biasa


Kemasan sesuai spesifikasi pelanggan

Cara penggunaan
| Skenario Aplikasi | Konsentrasi klorin efektif yang direkomendasikan | Petunjuk penggunaan |
| Disinfeksi air kolam renang | 1-3 ppm (Pertahankan konsentrasi) | Gunakan tablet dan aplikator untuk mencapai disinfeksi berkelanjutan. Lakukan pengujian klorin residu secara berkala dan pertahankan pH pada 7,2-7,8. |
| Disinfeksi air minum | 0,5-2 ppm (Mempertahankan kadar klorin residual) | Harus menggunakan SDIC "Kelas Air Minum". Waktu kontak disinfeksi tidak kurang dari 30 menit, kadar klorin residu dalam air akhir harus memenuhi standar setempat (biasanya 0,3-0,5 ppm). |
| Disinfeksi permukaan secara umum | 500-1000 ppm | Setelah diencerkan dengan larutan induk, semprotkan atau usap area yang akan didesinfeksi. Diamkan selama 10-30 menit, lalu bilas dengan air bersih. |
| Disinfeksi tempat umum/rumah sakit | 1000-2000 ppm | Gunakan di area berisiko tinggi seperti toilet, tempat sampah, dan permukaan di kamar pasien. Efeknya bertahan selama 15-30 menit. |
| Sterilisasi air sirkulasi industri dan penghilangan alga | Ditetapkan sesuai dengan kondisi sistem | Kendalikan pertumbuhan mikroba dan alga dengan memberikan dosis bubuk atau tablet secara terus menerus melalui pompa dosis otomatis. |
| Peternakan/Disinfeksi Perairan | Tergantung pada tujuan spesifiknya | Produk ini dapat digunakan untuk disinfeksi air (konsentrasi rendah) atau pembersihan kolam (konsentrasi tinggi), dan harus mengikuti panduan dari para ahli perairan secara ketat. |
Keuntungan
Metode Penyimpanan
| Aspek | Praktik Terbaik | Hal-hal yang harus dihindari |
| Lingkungan | Tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi. | Suhu tinggi, kelembapan tinggi, dan sinar matahari langsung |
| Kemasan | Kemasan asli tersegel, disegel segera setelah dikeluarkan. | Simpan di tempat terbuka, gunakan kemasan yang rusak. |
| isolasi | Penyimpanan area terpisah | Dicampur dengan asam, zat pereduksi, dan bahan yang mudah terbakar. |
| Masa simpan | Dalam kondisi ideal, bisa sampai 24 bulan. | Dalam kondisi parah, jangka waktu ini dapat dipersingkat menjadi beberapa bulan. |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
-
Q1: Mengapa air menjadi keruh setelah melarutkan SDIC?
A: Ini normal. Kekeruhan terutama disebabkan oleh bahan pengisi dan sejumlah kecil zat tak larut dalam SDIC. Zat-zat ini akan mengapung atau mengendap setelah didiamkan. Cairan supernatan adalah disinfektan yang efektif dan dapat digunakan seperti biasa. -
Q2: Apakah larutan SDIC bersifat korosif terhadap logam?
-
Q3: Bagaimana cara menyimpan SDIC yang tidak terpakai?
-
Q4: Bagaimana seharusnya SDIC yang bocor atau tumpah ditangani?





